BEIJING - China diingatkan untuk menjaga kebijakan ekonomi yang fleksibel untuk memerangi lonjakan aset dan capital inflow.
Demikian nasihat seorang anggota komite kebijakan moneter Bank Sentral China atau People's Bank of China's Fan Gang, seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/12/2009).
"Kebijakan moneter yang diterapkan adalah kebijakan jangka pendek. Jadi perlu adanya perubahan ketika kondisi telah berubah," ujar dia.
Beijing juga perlu untuk mencegah aliran deras arus masuk modal dari investor yang mencari keuntungan tinggi, termasuk Amerika Serikat. Dia menyarankan untuk tidak menahan suku bunga yang rendah.
"Situasi akan bergeser sangat cepat, termasuk harga aset dan arus hot money. Pendapat pribadi saya adalah bahwa kebijakan makro yang fleksibel merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi," katanya.
Beijing telah berulang kali berjanji bahwa akan berpegang pada stimulus fiskal yang longgar dan moneter secara tepat.
Fan mengatakan perekonomian China akan tumbuh delapan hingga sembilan persen pada 2010, dan akan memuncak pada sekira 11 persen pada kuartal pertama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar