Minggu, 27 Desember 2009

Optimalkan dengan Gizi Seimbang

Senin, 7 Desember 2009 - 17:33 wib

SELAIN melakukan senam khusus ibu hamil yophytta materna, untuk meningkatkan stamina selama kehamilan sebaiknya bumil juga memerhatikan asupan gizi yang seimbang.

Karena, dengan kondisi fisik yang sempurna diharapkan tumbuh kembang janin juga berjalan dengan baik. Oleh karena itu, nutrisi yang baik dan seimbang agar janin dapat bertumbuh kembang dengan sehat dan normal.

Ibu hamil perlu mengonsumsi gizi yang baik, tepat dan seimbang, salah satunya adalah folat, guna mengoptimalkan perkembangan janin sekaligus mendukung kesehatannya sendiri. Namun demikian, fakta menunjukkan wanita Asia, termasuk Indonesia, dapat berisiko melahirkan bayi dengan Neural Tube Defects (NTDs) cacat otak.

Kecukupan folat secara umum berperan dalam mengurangi risiko terjadinya NTD dan cacat lahir lainnya, risiko terjadinya anemia megaloblastik dan menurunkan kadar homocistein dalam darah, di mana nilainya yang tinggi terasosiasikan dengan meningkatnya risiko terjadinya preeklamsi.

Ahli obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Hermina, dr Ifzal Asril, SpOG menjelaskan bahwa risiko NTD dapat dikurangi hingga 80 persen dengan mengonsumsi folat sebelum dan selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.

"Folat diketahui dapat menurunkan kadar homocistein dalam darah. Kadar homocisteine yang tinggi dikaitkan dengan komplikasi selama kehamilan seperti preeklamsia, kelahiran premature, dan lahir mati," jelasnya.

Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, proteinuria (adanya protein dalam urine), serta edema (pembengkakan) setelah kehamilan berusia 20 minggu. Di dalam kandungan, janin memulai awal kehidupannya. Hanya pada usia 17 hari kehamilan sel-sel otak sudah mulai terbentuk dan berkembang.

Selain folat, ada banyak kandungan nutrisi yang diperlukan saat perkembangan otak janin diantaranya yaitu DHA, Zat besi, Omega 3 dan 6, Kolin serta Gangliosida.

Nutrisi untuk perkembangan otak janin penting di saat kehamilan, karena perkembangan otak bayi mengalami percepatan saat trimester ke 3 hingga usia 30 bulan. Gangliosida pun terlihat sudah berperan sejak awal proses migrasi sel-sel otak.

Model plasenta yang diteliti oleh Prof Murray Mitchell dkk, menunjukkan bahwa gangliosida dari kompartemen maternal (ibu) ke kompartemen janin secara signifikan dapat ditransfer dalam waktu 1 jam. Gangliosida terkonsentrasi pada otak dan berperan penting pada perkembangan daya ingat, sel syaraf, dan pembentukan sinapsis.

Tingginya konsentrasi gangliosida dalam ASI pada masa menyusui dan otak bayi yang diberi ASI, menyimpulkan bahwa gangliosida berperan pada perkembangan bayi dan asupannya dapat meningkatkan nilai gangliosida pada jaringan tubuh.

Brand Manager Anmum System Fonterra Brands Indonesia, dr Muliaman Mansyur mengatakan bahwa untuk mencukupi kebutuhan folat, bisa dilakukan dengan mengonsumsi 2 gelas susu Anmum yang telah difortifikasi asam folat (memberikan jumlah setara dengan 680 ug DFE) setiap hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar folat sel darah merah dan folat plasma sehingga dapat membantu mengurangi risiko bayi mengalami NTD dan terlihat dapat menurunkan kadar

Jangan Biarkan DBD Mengancam!

Selasa, 15 Desember 2009 - 11:50 wib

JIKA ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi selama 2 hingga 7 hari, muncul bintik-bintik merah di badan, dan serasa mual, muntah, serta menurunnya nafsu makan, Anda harus hati-hati. Bisa jadi, Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang menyerang keluarga Anda. Ini bukan demam biasa.

DBD dalam istilah kedokteran, Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominannya) dan beberapa spesies Aedes lainnya.

Nyamuk yang berasal dari Brasil dan Ethiopia ini sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Tak heran, jika seseorang yang menderita penyakit Demam Berdarah, biasanya dikaitkan dengan gigitan nyamuk. Orang yang berisiko terkena adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembap, serta daerah pinggiran kumuh.

Parahnya, kadang masyarakat tidak mengerti, jika sakit demam dan panas yang tinggi sering kali dikira hanyalah sebuah penyakit yang biasa. Gejala DBD memang seperti demam biasa. Jika memang terkenda DBD, Anda harus waspada, jika terlambat penanganannya, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Waspadai, DBD bukan demam biasa

Di beberapa kasus, penyakit DBD sering kali salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD ini bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Perlu diketahui juga, bahwa virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus.

Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue. Populasi nyamuk ini akan meningkat pesat saat musim hujan. Nyamuk ini juga dapat hidup dan berkembang biak pada bak penampungan air sepanjang tahun. Satu gigitan nyamuk yang telah terinfeksi mampu untuk menimbulkan penyakit dengue pada orang yang sehat.

Di Indonesia, penyakit ini pertama kali ditemukan di Surabaya tahun 1968. Namun, konfirmasi virologis baru didapatkan tahun 1972. Dan pada tahun 1980-an, penyakit ini sudah menyebar ke berbagai daerah di seluruh provinsi di Indonesia.

Demam dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis, seperti di Indonesia. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahun. Ditambah lagi jika sanitasi lingkungan tempat tinggal tidak bagus. WHO sendiri memperkirakan lebih dari 40 persen penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kasus serta cepatnya penyebaran wilayah yang terjangkit DBD di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk. Selain itu, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok Tanah Air.

Upaya pemerintah menggerakkan warga

Pemerintah juga tak berhenti untuk mengatasi meningkatnya kasus DBD, beberapa waktu lalu. Awalnya, digunakanlah metode pengasapan untuk memberantas nyamuk dewasa. Karena dinilai belum cukup untuk mengurangi kasus DBD, strategi ditambah dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Namun, dua metode tadi belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Pemerintah pun membuat berbagai poster dan memasang iklan di TV sebagai ajakan masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungan yang tergenang air. Berbagai kampanye pemberantasan sarang nyamuk digalakkan.

Upaya yang digunakan untuk memberantas DBD memang ditujukan pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Oleh karena itu, pentingnya kesadaran masyarakat membersihkan lingkungan adalah hal yang utama. Itulah yang disebut pengendalian pertama dengan metode lingkungan.

Caranya, misalnya menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, menutup dengan rapat tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah. Pengendalian yang kedua, bisa dilakukan dengan cara biologis. Pengendalian ini bisa dilakukan dengan menggunakan ikan pemakan jentik, misalnya ikan adu/cupang.

Ketiga, bisa dilakukan dengan menggunakan cara kimiawi. Seperti yang telah dipaparkan dimuka, pengasapan/fogging merupakan cara untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. Selain itu, bubuk abate (temephos) juga bisa diberikan di tempat-tempat penampungan air seperti gentong, air, vas, bunga, kolam dan lain-lain.

Penyembuhan tergantung kecepatan dan ketepatan

Bagaimana dengan upaya meminum jus jambu? Seorang dokter mengatakan bahwa anjuran tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dan justru bisa menyesatkan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada hasil penelitian yang membenarkan bahwa buah jambu biji sebagai obat penyembuh demam berdarah. Yang diserang adalah sel darah merah dalam tubuh, penyembuhannya pun hanya menambah sel darah merah yang berkurang di samping perawatan lainnya.

Tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini termasuk penggunaan antibiotika. Umumnya pengobatan demam dengue hanya ditujukan untuk mengatasi gejala yang terjadi (simptomatis). Dua hal yang sangat penting pada pasien demam dengue adalah istirahat dan asupan cairan yang cukup.

Sampai sekarang memang belum ada obat untuk mematikan "virus dengue? yang menyebabkan penyakit demam berdarah tersebut. Penyembuhannyapun tergantung pada kecepatan penderita dibawa ke rumah sakit serta ketepatan pihak rumah sakit menolong pasien. Jika terlambat dibawa ke rumah sakit, maka pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak.

Penularan demam dengue tidak bisa langsung dari manusia ke manusia tetapi harus melalui perantara nyamuk. Masyarakat tidak perlu khawatir apabila terjadi kontak langsung dengan penderita demam dengue. Perlu juga diingatkan agar setiap anggota keluarga yang mengalami gejala panas tinggi yang tidak turun-turun, untuk segera diperiksakan ke rumah sakit atau puskesmas untuk mengetahui secara pasti penyakit tersebut.

Jangan Asal Konsumsi Vitamin

Jum'at, 18 Desember 2009 - 10:48 wib

MENGONSUMSI vitamin memang baik bagi tubuh. Namun, asupan vitamin dalam dosis tinggi dan jangka lama justru membahayakan kesehatan, bahkan berisiko pada kematian.

Vitamin sangat diperlukan keberadaannya untuk menunjang kesehatan tubuh. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Konsumsi vitamin ini sangat penting untuk menangkal radikal bebas dan polusi udara.

Umumnya, sebagian vitamin aman untuk dikonsumsi. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Inggris, FSA, menyebutkan bahwa suplemen picolinatedengan kadar tinggi dapat menyebabkan kanker.

Bukan hanya itu, meminum beberapa mineral dan vitamin lainnya yang digunakan dalam kurun waktu lama juga membahayakan kesehatan. Tak hanya itu, beberapa jenis suplemen seperti vitamin C, kalsium, dan zat besi dapat menimbulkan efek berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis tinggi walaupun untuk jangka waktu pendek. Namun, gejalanya dapat hilang apabila konsumsi tersebut segera dihentikan.

"Dalam banyak kasus, kita dapat memperoleh zat makanan cukup hanya dari pola makan yang seimbang. Akan tetapi, banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi suplemen. Konsumsi suplemen dosis tinggi dalam kurun waktu cukup lama inilah yang dapat membahayakan tubuh,” kata Direktur FSA Sir John Krebs.

Ia mengatakan, vitamin C ukuran 1.000 mg, kalsium 1.500 mg, dan 17 mg zat besi per hari adalah jumlah yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut di antaranya gangguan perut atau diare pada sebagian orang.

Walau begitu, Krebs mengingatkan, gangguan yang mungkin terjadi akan hilang begitu konsumsi dihentikan. FSA juga menyarankan untuk mengonsumsi vitamin B6 tidak melebihi 10 mg per hari kecuali diberikan resep dokter.

Lebih jauh, Beta-carotene antioxidant yang dapat ditemukan dalam buah-buahan maupun sayuran yang berwarna oranye atau kuning, akan dapat membuat efek yang berbahaya bagi kaum perokok apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Adapun unsur mangan dapat berbahaya bagi manula setelah dikonsumsi selama periode tertentu. Sementara asam nikotin, zinc, dan fosfor dapat membahayakan kesehatan setelah dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

"Sebagai tambahan, FSA saat ini masih mempertimbangkan tindakan yang akan diambil terhadap industri suplemen,” kata Krebs.

FSA meninjau kembali petunjuk konsumsi 34 vitamin dan mineral terutama menekankan masalah waktu yang tepat dan benar diperuntukkan bagi tubuh dalam kasus umum. Di samping itu, FSA juga akan berkonsultasi mengenai kemungkinan melarang industri obat memproduksi chromium picolinate, yang selama ini diminum sebagian orang untuk menetralkan kadar gula dalam darah.

Mengonsumsi vitamin secara berlebihan, juga tidak dianjurkan pakar gizi dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ali Komsan. Menurut dia, konsumsi vitamin A, D, E, dan K yang berlebihan malah akan meningkatkan risiko kematian seseorang. Sebab, jenis vitamin tersebut merupakan vitamin yang larut dalam lemak sehingga tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh.

Sementara, kelebihan vitamin itu sendiri akan disimpan tubuh secara otomatis dalam hati. Sebaliknya, konsumsi vitamin C yang melebihi dosis 60 mg malah akan dimanfaatkan tubuh secara optimal. Sebut saja untuk menghilangkan seriawan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

”Mengonsumsi vitamin C sangat dianjurkan, terlebih lagi jika seseorang sedang mengalami stres. Pada kondisi tersebut, sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi vitamin ini,” ujar Ali.

Spesialis Gizi dari Klinik Melinda Hospital Johanes menambahkan, vitamin C dengan dosis 50-1000 mg bisa dibilang setara de-ngan 10-20 buah jeruk. Namun, Johanes mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi vitamin di atas 200 persen untuk kebutuhan sehari-hari. Carilah yang mendekati 100 persen.

”Makanya, sebelum mengonsumsi vitamin, baca lebih dulu label pada vitamin tersebut, yang meliputi kandungan serta angka kecukupan gizi (AKG),” ujarnya ketika dihubungi Seputar Indonesia.

Ia melanjutkan, mengonsumsi vitamin E yang berfungsi untuk antioksidan melebihi 400 IU/mg dalam sehari dan dalam jangka waktu pendek sekalipun, dapat berisiko pada kematian.

Konsumsi vitamin memang baik,namun menurut hemat Johanes, segala sesuatu yang alami tentu lebih baik. Karenanya, dia menganjurkan untuk memperoleh asupan kecukupan gizi melalui konsumsi makanan sayur dan buah-buahan yang jauh dari risiko overdosis.

”Karena selain dapat asupan gizi yang bervariasi, tubuh juga memperoleh serat,” kata Johanes.

Vitamin yang sifatnya dijual bebas, cenderung aman untuk dikonsumsi karena tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan. Kendati telah mengonsumsi vitamin tidak berarti sayuran dan buah-buahan ditinggalkan. Karena di samping vitamin tidak mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan, sayur dan buah banyak mengandung vitamin dan mineral.

Emas Pendeteksi Kanker Paru

Kamis, 17 Desember 2009 - 11:52 wib

KANKER paru-paru menjadi penyakit mematikan nomor satu di Indonesia dan dunia saat ini. Setiap tahun 1,3 juta orang meninggal di dunia karena penyakit ini. Sebanyak 70 persen pengidap adalah mereka yang mengisap rokok. Celakanya, kanker paru belum bisa dideteksi sejak awal.

Akibatnya, para penderita baru diketahui mengidap kanker setelah tumor itu menjalar ke jaringan lain. Tapi, pada zaman teknologi nano seperti sekarang, kebuntuan itu terpecahkan. Para ahli di Institut Teknologi Israel di Haifa menemukan dan menciptakan detektor kanker paru-paru canggih. Dicoba pada 40 orang sehat dan 50 orang yang diduga terkena kanker, seperti termuat dalam jurnal Nature Nanotechnology edisi awal September 2009, alat itu sukses mendeteksi paru yang sehat dan yang ditumbuhi virus.

Menurut Hossam Haick, peneliti yang juga dosen senior di Fakultas Teknik Kimia Russell Berrie Nanotechnology Institute ini, alat buatannya ini pertama di dunia. Alat-alat sebelumnya -termasuk yang dipakai dunia kedokteran- adalah pendeteksi kanker yang menganalisis karbon dari napas pasien. Harus dimasukkan ke mulut, kemungkinan bercampur dengan oksigen saat dianalisis sehingga hasilnya kurang akurat.

Alat buatan Hossam berupa microchipemas. Chipini ditempelkan di tubuh untuk mendeteksi jumlah karbon yang diembuskan ketika bernapas. Jumlah itu akan menggetarkan lapisan emas dalam chip, lalu mengirim sinyal ke komputer untuk menghasilkan gambar. Analisis zat karbon itulah yang akan memberi tahu apakah paru-paru sudah terkena kanker. Dalam percobaan itu, deteksinya akurat karena hasilnya tak beda dengan hasil alat konvensional.

Kanker Paru Tak Hanya karena Rokok

Kamis, 17 Desember 2009 - 10:55 wib

KANKER paru tak hanya dipicu oleh rokok saja. Memang selain perokok aktif, perokok pasif pun berisiko terhadap kanker ini. Faktor gender dan hormon juga bisa menjadi penyebabnya.

Dunia jurnalistik beberapa waktu lalu kehilangan salah seorang wartawan terbaiknya. Perempuan yang bekerja di salah satu surat kabar terkemuka tersebut telah lama mengidap kanker paru yang akhirnya merenggut nyawanya. Yang menjadi pertanyaan, wanita yang dikenal baik dan ramah oleh sesama jurnalis tersebut sama sekali bukan perokok.

Hubungan antara rokok dan kesehatan paru memang sejak lama didengungkan. Itu tak lain rokok tembakau mengandung lebih dari 4.000 zat kimia dan sebagian besar merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Dua zat karsinogenik utama dalam rokok tembakau adalah nitrosamine dan polycyclic aromatic hydrocarbon.

Namun, sebenarnya rokok bukan satu-satunya penyebab kanker paru. Meskipun merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90 persen kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70 persen pada wanita. Semakin banyak rokok yang diisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.

Ada lagi penyebab lain yaitu zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard, dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. Sekitar 10-15 persen penderita kanker paru pada pria dan 5 persen pada wanita disebabkan oleh hal ini.

Perokok pasif atau orang yang ikut menghirup asap rokok yang berasal dari perokok dalam jangka waktu yang lama juga mempunyai risiko menderita kanker paru. Penelitian menunjukkan, perokok pasif ini mempunyai risiko menderita kanker paru 24 persen lebih besar daripada mereka yang tidak merokok.

Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ernst Johannis Manuhutu SpP(K) mengatakan, penyebab kanker paru bukan hanya karena merokok, banyak faktor lain yang memengaruhi. "Faktor gender dan hormon juga bisa menjadi penyebabnya," tandasnya. Faktor lainnya, lanjut dia, misalnya polusi udara, terutama zat adenokarisinoma dan karsinoma sel alveolar. Namun, biasanya terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya seperti tuberkulosis dan fibrosis.

Gejala kanker paru-paru, kata Ernst, tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap. Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paruparu sering kali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk. Dahak bisa mengandung darah. Bahkan, jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah di bawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.

Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker paru sering kali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura) sehingga penderita mengalami sesak napas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak napas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.

Ernst mengungkapkan, masa orang terkena kanker paru-paru ini adalah sangat lama yaitu sekitar 10-15 tahun. Jika sejak berusia 15 tahun orang sudah merokok, kemungkinan pada usia sekitar 35 atau 40 tahun orang itu menderita kanker paru-paru.

Diagnosis pada kanker paruparu dibuat berdasarkan jenis tipe sel, dan tanda-tanda cukup. Satu cara yang bisa digunakan adalah mengonsumsi antioksidan yang merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dengan jalan melindungi sel-sel tubuh, khususnya paru-paru. Namun, cara ini adalah jalan terakhir dan bukan pengobatan yang 100 persen menghambat atau mencegah penyakit kanker. Ini hanya untuk mengurangi risiko penyakit kanker.

Ada beberapa antioksidan yang dapat dikonsumsi yaitu vitamin A, C, dan E dalam bentuk food suplemen. Antioksidan ini melindungi paru-paru terhadap oksidasi dan kerusakan oleh fraktur (fr). Beberapa jenis makanan seperti kedelai, tahu, tempe, dan oncom juga mengandung senyawa genistein yang merupakan antioksidan dan antitumor kuat, yang dapat menstimulasi sistem imun. Mekanisme kerjanya adalah menstimulasi pulihnya sel-sel tumor menjadi sel normal, khususnya pada kanker paru-paru. Teh hijau yang mengandung bioflavonoid Epi-Gallo Catechin Gallat juga merupakan antioksidan terkuat yang aktivitasnya 10 kali lebih kuat daripada vitamin C.

Ada beberapa jenis pengobatan terhadap penyakit ini, yakni operasi, kemoterapi dan radiasi. Spesialis paru dari RSUP Persahabatan Dr Ahmad Hudoyo SpPD FCCP mengatakan, jenis pengobatan ini disesuaikan dengan jenis kanker, tingkat perluasan atau penyebarannya pada saat didiagnosis, dan keseluruhan kondisi kesehatan penderita.

"Untuk derajat I dan II biasanya operasi, sedangkan derajat III dan IV dapat dilakukan tindakan kemoterapi, radioterapi, kombinasi keduanya atau terapi target," katanya.

Operasi merupakan tindakan pengobatan utama pada tahap awal kanker. Pasien yang tidak dapat menjalani operasi bisa beralih ke radioterapi. Tingkat kesembuhan penyakit kanker paru-paru masih sangat bagus jika masih pada tahap awal. Masalahnya, kanker sangat jarang terdeteksi pada tahap ini.

Kalau sel kanker sudah menyebar ke daerah lain, pilihan pengobatannya adalah kemoterapi dan radioterapi. Jika kanker menghalangi aliran udara utama, bisa digunakan laser untuk membekukan tumor atau tetap membuka aliran udara dengan sebuah stent atau tabung.

8 Makanan "Jahat" saat Natal

Kamis, 24 Desember 2009 - 12:27 wib

NATAL datang, sederet makanan lezat siap menggoda perut. Jangan sampai lemak dan kolesterol dalam tubuh bertambah setelah Anda menyantapnya tanpa batas.

Sebuah kajian dari New England Journal of Medicine menunjukkan, kebanyakan berat badan orang bertambah selama liburan. Tentu, sayang melewatkan sajian nikmat di depan mata.

Padahal, banyak makanan yang dihidangkan saat Natal tinggi kolesterol dan siap menambah berat badan, serta meningkatkan kolesterol darah Anda.

Untungnya, ada banyak cara untuk menghindari “perangkap” makanan Natal. Dilansir dari WebMD, berikut delapan makanan “jahat” yang sebaiknya dihindari sekaligus saran makanan yang “baik” dikonsumsi selama Natal.

Daging kalkun panggang

Kulit daging kalkun dan ayam mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Setiap gramnya, lemak jenuh mengandung lebih tinggi kalori dibandingkan protein atau karbohidrat.

Lemak jenuh menyebabkan kadar kolesterol darah meningkat. Karenanya, pilih daging putih karena mengandung lemak lebih rendah daripada daging merah.

Solusinya, konsumsi bagian dada daging kalkun atau daging putih lainnya tanpa kulit.

Buttery mashed potatoes

Jenis makanan ini biasanya mengandung banyak susu, mentega, dan garam. Secangkir mashed potatoes buatan sendiri yang dibuat dengan whole milk dan mentega mengandung 238 kalori.

Solusinya, lelehkan kentang tanpa susu, mentega, ataupun garam. Aduk bersama sodium rendah dan air kaldu ayam tanpa lemak.

Sweet potato casserole

Kentang manis adalah salah satu sayuran bernutrisi yang mengandung vitamin A dan C, juga kalsium, dan potasium. Bahan makanan ini jadi tidak sehat dikonsumsi karena diolah bersama marshmallows, mentega, dan gula.

Solusinya, cukup gunakan mentega dan gula setengah takaran, tapi tetap boleh gunakan marshmallows. Dengan ini, kalori dan lemak akan hilang, tanpa menghilangkan cita rasanya.

Camilan penyerta minuman

Hati-hati saat pesta Natal, makanan kecil penyerta minuman dan berbagai pencuci mulut lainnya mengandung lemak sangat tinggi, meski ukurannya kecil.

Solusinya, pilih udang dan buah-buahan segar sebagai makanan penutup yang bernutrisi dan rendah kalori.

Potato pancakes


Pancake kentang (latkes) ukuran medium mengandung lebih dari 250 kalori. Karena biasa diolah dengan cara digoreng, lemak yang dikandungnya juga tidak sedikit. Ditambah topping yang digunakan adalah sour cream, penambah berat badan lainnya.

Solusinya, gunakan minyak zaitun daripada minyak jagung. Kemudian saat mengonsumsinya, batasi diri Anda untuk hanya memakan beberapa latkes dengan saus apel dan tanpa pemanis di atasnya.

Caramel popcorn

Sebenarnya, popcorn adalah makanan ringan dari biji padi-padian yang bernutrisi. Tapi, tambahan karamel gula atau cairan pemanis lain bisa membuatnya makanan berlemak tinggi.

Solusinya, buat popcorn tawar. Toh, sama nikmatnya, plus tanpa kalori ekstra.

Egg nog

Alkohol, heavy cream, telur, dan gula dalam secangkir egg nog mengandung sekira 340 kalori dan 19 gram lemak.

Solusinya, buatlah egg nog rendah kalori dengan skim milk dan gula buatan.

Cakes & cookies

Godaan dari makanan tinggi karbohidrat meningkat selama Natal. Nyatanya, makanan berkarbohidrat melepaskan serotonin, bahan kimia yang memperbaiki mood.

Solusinya, konsumsi makanan ringan yang mengandung karbhohidrat kompleks, seperti cereal atau crackers gandum.

Mengetahui mana jenis makanan “jahat” adalah setengah dari jalan Anda untuk berperang dengan kolesterol tinggi. Kemudian, bantu diri Anda untuk manahan godaan dengan tip di bawah ini:

1. Manfaatkan aktivitas ngobrol dengan keluarga besar ataupun teman untuk memperlambat laju keinginan makan.

2. Di pesta, duduklah jauh dari meja makanan.

3. Kunyah permen karet untuk mengurangi keinginan mengunyah makanan.

Aktivitas Harian Pengaruhi Kesehatan Kulit

Minggu, 27 Desember 2009 - 16:55 wib

Umumnya, wanita ingin memiliki kulit sehat dan berkilau. Tapi untuk mewujudkannya, dibutuhkan perawatan sejak dini. Seperti apa?

Tak hanya rutin mengoleskan pelembap, sunscreen, atau rajin ke salon dan spa untuk merawat kulit wajah dan tubuh. Namun, aktivitas sehari-hari juga turut memengaruhi kondisi kesehatan kulit Anda.

Beberapa aktivitas harian juga turut mempengaruhi kesehatan kulit. Apa saja aktivitas tersebut? Penjabaran She Knows berikut dapat diikuti.

Banyak minum air putih

Semua orang tahu bahwa air putih sangat baik bagi tubuh. Selain menjaga kesehatan seseorang, banyak minum air putih juga bisa membuat kulit senantiasa sehat dan tidak kering. Apalagi jika jenis kulit Anda kering dan kusam. Dengan banyak mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari, dijamin masalah itu akan segera berkurang.

Anda pun harus mengurangi konsumsi kafein dan alkohol. Sebab jenis minuman yang mengandung kafein dan alkohol bisa menyebabkan kulit Anda jadi kering.

Rutin berolahraga

Tak hanya membuat tubuh senantiasa fit, olahraga juga bisa memberikan bonus bagi kulit. Rajin berolahraga dapat membuat kulit jadi tampak lebih cerah dan segar. Jenis olahraga kardio bisa membantu kulit menyimpan nutrisi baik lalu mengedarkannya melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Inilah yang membuat orang yang rajin berolahraga senantiasa terlihat fresh.

Konsumi makanan sehat

Mengonsumsi lemak baik sangat dianjurkan untuk kesehatan kulit. Daging tanpa lemak, makanan berbasis gandum, buah, sayur-sayuran, serta makanan mengandung Essential Fatty Acids (EFA) sangat penting untuk menjaga kulit agar senantiasa sehat. Beragam makanan tersebut memberikan asupan pada struktur kulit serta mengurangi peradangan kulit.

Kebanyakan orang Amerika mengonsumsi makanan dengan kandungan Omega-6 tinggi. Makanan tersebut ditemukan di dalam daging merah dan telur. Sayangnya, di dalam daging serta telur kandungan Omega-3 tidak terpenuhi.

Ikan salmon, sarden, tuna, serta kacang-kacangan banyak mengandung omega-3. Cobalah untuk memasukkan makanan kaya omega-3 ini ke dalam menu harian Anda. Tidak hanya lezat, namun bisa membuat kulit Anda senantiasa terawat.

Tidur berkualitas

Kulit butuh waktu untuk “reparasi”. Pada waktu malam, kulit bekerja maksimal. Tidur cukup sangat baik untuk kesehatan kulit. Waktu tidur untuk orang dewasa yaitu 7-8 jam/hari.

Tidur cukup belum tentu berkualitas. Namun, saat Anda terlelap dengan kualitas tidur yang bagus, maka Anda bisa mengurangi stres. Masalah kulit lainnya serta inflamasi juga dapat teratasi.